PEKALONGAN– Pemerintah Kota Pekalongan mengajak warga untuk segera melaporkan setiap kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, khususnya terkait maraknya balap liar serta penggunaan petasan yang sering terjadi pada bulan puasa.
Undangan tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, setelah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral mengenai Mitigasi Gangguan Kamtibmas di aula Mapolres Pekalongan Kota.
Pada kesempatan itu, Wali Kota yang akrab dipanggil Aaf menekankan bahwa potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan cenderung terjadi setiap tahun, sehingga perlu ditangani dengan serius melalui keterlibatan bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Beberapa ancaman yang menjadi perhatian antara lain balap liar saat menjelang berbuka puasa, peredaran kembang api, penyakit masyarakat, serta risiko penerbangan balon udara liar menjelang momen Syawalan,” ujar Wali Kota Pekalongan Aaf, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenangan di sekitar lingkungan.
Masyarakat diharapkan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada pihak kepolisian atau Pemerintah Kota Pekalongan melalui instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol P3KP, dan Kodim 0710/Pekalongan, termasuk melalui akun media sosial resmi pemerintah daerah.
“Selain masalah keamanan dan ketertiban masyarakat, rapat koordinasi tersebut juga membahas kondisi beberapa ruas jalan yang rusak dan dianggap berpotensi menyebabkan kecelakaan, khususnya saat aktivitas masyarakat meningkat selama bulan Ramadan,” katanya.
Pemerintah Kota Pekalongan, menurut Aaf, telah menyediakan dana melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengatasi kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem. Namun, proses perbaikan masih menghadapi kendala karena curah hujan yang tinggi sehingga memicu kembali mengelupasnya tambalan jalan.
Di sisi lain, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran Forkopimda telah mempersiapkan beberapa tindakan mitigasi terhadap kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan.
Polres Pekalongan Kota akan memperkuat patroli melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), khususnya pada jam-jam kritis seperti sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
“Salah satu area yang menjadi perhatian adalah gerbang tol Setono yang sering digunakan sebagai tempat balap liar oleh sejumlah pemuda saat menjelang berbuka,” katanya.
Dengan kerja sama lintas sektor antara Polres, Pemerintah Kota, TNI, dan instansi terkait, diharapkan kondisi keamanan selama Ramadan tetap terjaga agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh ketenangan.
“Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan suasana Ramadan yang teratur dan aman di Kota Pekalongan,” tambahnya. (Dro)






